Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita KesehatanInternasional

Gempa 6,2 SR Guncang Kalbar: BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

45
×

Gempa 6,2 SR Guncang Kalbar: BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Share this article
Example 468x60

Gempa bumi dengan kekuatan 6,2 skala Richter (SR) mengguncang wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) pada hari Jumat (13/3/2026), pukul 03.04.04 WIB. Gempa ini terjadi di sekitar Kayan Hilir, Kecamatan Sintang, dan dirasakan oleh warga di beberapa daerah seperti Sanggau, Katingan, Melawi, serta wilayah lainnya di Kalbar dan Kalimantan Tengah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, gempa ini memicu kekhawatiran masyarakat dan memperkuat imbauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk tetap waspada.



Warga Kalbar Mengungsi Saat Gempa

Peta Wilayah Gempa Kalbar

BPBD Kalbar Memantau Situasi

Sesar Adang di Kalimantan

Mitigasi Bencana di Kalbar

Gempa Berdampak pada Infrastruktur

Example 300x600

Sejarah Gempa di Kalimantan

Meski sering dianggap sebagai wilayah yang relatif aman dari gempa, Kalimantan tidak sepenuhnya bebas dari aktivitas tektonik. Sebelum gempa 6,2 SR ini, telah tercatat beberapa peristiwa gempa di wilayah tersebut. Contohnya, pada 23 Januari 2026 (M4,8), 22 Februari 2020 (M3,0), dan 27 Maret 2019 (M3,1). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun frekuensi gempa rendah, ancaman dari gempa lokal tetap ada.

Peran Sesar Adang dalam Aktivitas Gempa

Salah satu sumber utama gempa di Kalimantan adalah Sesar Adang, sebuah struktur patahan regional yang memanjang dari pesisir timur hingga barat laut Pulau Kalimantan. Menurut Daryono, anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN), Sesar Adang diperkirakan menjadi penyebab gempa terbaru di Kalbar. Meski bukan sesar kuarter yang sangat aktif, Sesar Adang memiliki potensi untuk melepaskan energi yang dapat mengguncang wilayah sekitarnya.

“Karakter gempa dari Sesar Adang biasanya berbeda dengan gempa megathrust di zona subduksi. Magnitudonya cenderung lebih kecil, tetapi kedalamannya dangkal sehingga potensi guncangan lokal bisa relatif signifikan,” jelas Daryono.

Imbauan BPBD untuk Warga Kalbar

Setelah gempa terjadi, BPBD Kalbar langsung memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. “Warga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan senantiasa mengikuti arahan resmi dari BMKG serta pemerintah daerah,” ujar Ade Hasrat, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor (meskipun dalam konteks ini merujuk pada Kalbar).

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan, menghindari penggunaan api terbuka jika ada kerusakan instalasi gas, serta menggunakan jalur evakuasi dengan tertib bila diperlukan. BPBD juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana, termasuk memastikan perangkat komunikasi terisi penuh dan menyiapkan tas siaga.

Upaya Mitigasi Bencana di Kalimantan

Dengan semakin pesatnya pembangunan di Kalimantan, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memahami risiko bencana. Daryono menegaskan bahwa infrastruktur modern, kawasan industri, hingga kota-kota yang berkembang di Kalimantan tetap memerlukan pendekatan mitigasi berbasis risiko.

“Infrastruktur modern, kawasan industri, hingga kota-kota yang berkembang di Kalimantan tetap memerlukan pendekatan mitigasi berbasis risiko,” tegas Daryono.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa di Kalimantan

Q: Apakah Kalimantan benar-benar aman dari gempa?

A: Tidak sepenuhnya. Meski aktivitas gempa di Kalimantan lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Indonesia, wilayah ini masih memiliki sumber gempa lokal seperti Sesar Adang.

Q: Bagaimana cara menghadapi gempa di rumah?

A: Saat gempa terjadi, segera mencari tempat aman di bawah meja atau di dekat dinding, hindari penggunaan lift, dan jangan keluar rumah jika belum aman.

Q: Apakah gempa di Kalimantan bisa menyebabkan tsunami?

A: Tidak. Gempa yang terjadi di Kalimantan biasanya bersifat lokal dan tidak memiliki potensi tsunami.

Q: Apa yang harus dilakukan setelah gempa?

A: Periksa kondisi bangunan, hindari penggunaan api terbuka, dan ikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

Q: Bagaimana cara mempersiapkan diri menghadapi bencana?

A: Siapkan kotak P3K, senter, radio, makanan, air, dan pastikan alat komunikasi dalam kondisi baik.

Kesimpulan

Gempa 6,2 SR yang mengguncang Kalimantan Barat menjadi pengingat bahwa wilayah yang selama ini dianggap stabil tetap memiliki risiko bencana. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini memperkuat pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya gempa dan kesiapan mitigasi. Dengan pemahaman yang tepat dan langkah-langkah pencegahan yang baik, masyarakat Kalimantan dapat tetap aman dan tangguh menghadapi ancaman bencana.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *