Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Kesehatan

Wabah DBD Meningkat di Pontianak, Ini Cara Dinkes Mengajak Warga Aktif Lakukan 3M

50
×

Wabah DBD Meningkat di Pontianak, Ini Cara Dinkes Mengajak Warga Aktif Lakukan 3M

Share this article
Example 468x60

Pontianak, Kalimantan Barat, kembali menghadapi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengkhawatirkan. Data terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar menunjukkan bahwa hingga minggu ke-48 tahun 2023, jumlah kasus DBD mencapai 6.939 dengan 77 korban jiwa. Angka ini meningkat drastis dalam dua minggu terakhir, dengan total kenaikan hampir 884 kasus dan angka kematian naik menjadi 85. Penyebab utama peningkatan ini adalah curah hujan yang tinggi, yang memicu penyebaran nyamuk Aedes aegypti, vektor penyakit DBD.

Menanggapi situasi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalbar mengimbau masyarakat untuk lebih aktif melakukan pencegahan dini melalui strategi 3M. Pemerintah setempat menilai bahwa partisipasi aktif warga sangat penting dalam mengurangi risiko penyebaran DBD, terutama selama musim penghujan.

Example 300x600

Strategi 3M sebagai Upaya Pencegahan Utama

Warga Pontianak Melakukan 3M di Lingkungan Sekitar

Strategi 3M—Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang—telah menjadi panduan utama dalam pencegahan DBD sejak lama. Namun, dalam konteks peningkatan kasus saat ini, Dinkes Pontianak menambahkan elemen “Plus” pada strategi tersebut, sehingga disebut 3M Plus. Langkah-langkah tambahan ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan mengurangi potensi perkembangbiakan nyamuk.

  1. Menguras

    Setiap warga diminta untuk rutin membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan tempat penampungan air minum. Dinding wadah harus disikat untuk menghilangkan telur nyamuk yang menempel.

  2. Menutup

    Semua wadah penampungan air harus ditutup rapat untuk mencegah nyamuk bertelur. Hal ini termasuk drum, kendi, dan toren air.

  3. Mendaur Ulang

    Barang bekas yang berpotensi menampung air hujan harus didaur ulang atau dipusnahkan. Contohnya, ban bekas, kaleng kosong, dan botol plastik.

Tindakan Plus:

– Penggunaan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras

– Pemeliharaan ikan pemakan jentik

– Pemasangan kawat kasa pada ventilasi dan jendela

– Pengaturan pencahayaan dan ventilasi rumah

– Penghindaran meletakkan pakaian yang sudah digunakan dalam wadah tertutup

– Penggunaan obat anti nyamuk

– Penanaman tanaman pengusir nyamuk

Peran Masyarakat dalam Pencegahan DBD

Tanda-Tanda DBD yang Harus Diwaspadai

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Erna Yulianti, menjelaskan bahwa peningkatan kasus DBD tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Banyak masyarakat masih lengah dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Andi Harun, tokoh masyarakat Pontianak, menilai bahwa pemerintah perlu lebih proaktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya DBD dan cara pencegahannya. Ia menyarankan agar dinas kesehatan dan lembaga swadaya masyarakat bekerja sama dalam menyebarkan informasi tentang 3M Plus.

“Jika masyarakat sadar dan aktif, kita bisa meminimalisir penyebaran DBD,” tambahnya.

Faktor Risiko dan Gejala DBD

DBD dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi dan lingkungan yang tidak bersih. Gejalanya mirip dengan demam biasa, tetapi jika tidak segera ditangani, bisa berujung pada komplikasi serius seperti syok dan kematian.

Gejala DBD umumnya muncul 4–10 hari setelah gigitan nyamuk. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam tinggi mendadak (hingga 40°C)
  • Nyeri kepala parah
  • Nyeri belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual dan muntah
  • Ruam kulit

Pentingnya Vaksinasi DBD

Dokter Memeriksa Pasien DBD di Puskesmas Pontianak

Selain 3M Plus, vaksinasi juga menjadi langkah penting dalam pencegahan DBD. Di Indonesia, ada dua jenis vaksin yang telah mendapat izin BPOM, yaitu Qdenga dan Dengvaxia. Vaksin Qdenga memiliki efikasi 80,2% dalam mencegah infeksi dengue, sedangkan Dengvaxia memiliki efikasi sekitar 80% pada individu dengan riwayat infeksi dengue sebelumnya.

Klinik Tirta Medical Centre (TMC) menyediakan layanan vaksinasi DBD berkualitas tinggi. Harga vaksin Qdenga mulai dari Rp 649.000 per dosis, sementara paket dua dosis tersedia dengan harga Rp 1.250.000.

FAQ

Apa itu DBD?

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Bagaimana cara mencegah DBD?

Cara pencegahan utama adalah melalui strategi 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang, serta tindakan tambahan seperti penggunaan larvasida dan penanaman tanaman pengusir nyamuk.

Apakah vaksin DBD aman?

Vaksin DBD telah mendapat izin BPOM dan dianggap aman, terutama bagi individu dengan riwayat infeksi dengue sebelumnya.

Apa gejala DBD yang perlu diwaspadai?

Gejala DBD meliputi demam tinggi, nyeri kepala, nyeri belakang mata, mual, muntah, dan ruam kulit.

Bagaimana Dinkes membantu masyarakat?

Dinkes Provinsi Kalbar mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan 3M Plus dan menyelenggarakan sosialisasi pencegahan DBD secara rutin.

Kesimpulan

Wabah DBD yang meningkat di Pontianak menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam menjaga lingkungan serta menerapkan strategi pencegahan yang tepat. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, kita bisa meminimalisir risiko penyebaran DBD dan melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Jangan biarkan nyamuk mengancam kesehatan kita—mulailah dari hal-hal kecil seperti 3M Plus.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *